Pensiun Muda Sejahtera

Pensiun Muda Sejahtera

Pensiun Dini saat ini banyak dilakukan perusahaan dalam rangka merampingkan jumlah karyawan agar perusahaan lebih lincah bergerak untuk menghadapi ketatnya persaingan. Bahkan Pemerintah memberlakukan kebijakan pensiun dini bagi pegawai negeri sipil (PNS) mulai tahun 2004. Telkom juga telah melakukan program pensiun dini beberapa kali, mulai tahun 1995 dan terakhir bulan april tahun 2009 ini, dari tahun 1995 jumlah karyawan sekitar 40 ribu dan sekarang sudah berkurang menjadi 23 ribu karyawan, dan program pendi akan berlanjut terus sampai dengan jumlah karyawan yang optimal bagi perusahaan.
Adalah pilihan Anda untuk pensiun dini atau menunggu pensiun normal. Pensiun bukan berarti berhenti berkarya, justru setelah pensiun mempunyai kebebasan waktu, bisa berkarya yang lebih bermakna untuk keluarga, masyarakat, agama dan umat.
Pensiun muda dan sejahtera adalah dambaan semua orang, masa pensiun dapat dinikmati dan dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih bermakna untuk dunia dan akherat, karena Anda mempunyai kebebasan waktu, kebebasan pikiran dan kebebasan finansial karena tidak ada masalah lagi kekurangan penghasilan setelah pensiun. Dengan gaji pensiun dari perusahaan tentu tidak cukup untuk kebutuhan hidup keluarga, maka Anda harus mempersiapkan sejak dini ketika masih aktif bekerja.
Mungkin banyak diantara Anda yang sudah membaca buku ”Rich Dad”-nya Robert T. Kyosaki, salah satu judul bukunya ”Retire Young retire Rich” Pensiun Muda Pensiun Kaya. Salah satu sarannya adalah untuk berusaha retired young atau pensiun muda. Kalau mau kaya, segera jadi enterpreuneur/wirausaha. Pindah kwadran dari orang gajian ke menciptakan penghasilan dan kemudian menjadi investor yang mempunyai ’passive income’ atau penghasilan pasif. Kata Kiyosaki bekerja menjadi karyawan adalah untuk mendapatkan 3E yaitu Education (pendidikan/pengetahuan), Experience (pengalaman) dan Excessive Cash (uang lebih). Dengan bekal 3E tersebut bisa pindah ke kwadran kanan yaitu entrepeneur dan investor.
Pensiun dini sebenarnya telah diinspirasikan oleh nabi Muhammad SAW, beliau diangkat menjadi Rasul pada usia 40 tahun. Setelah itu beliau berjuang untuk menyebarkan agama Islam dan mendidik umat dari masa kebodohan menjadi umat teladan. Pada usia 40 tahun hidup beliau sudah mapan, sehingga beliau siap untuk melaksanakan misi Illahi yang mulia.
Pensiun dini adalah keputusan besar yang bisa diambil oleh siapa saja yang menghendakinya. Tentunya diperlukan pertimbangan dan persiapan yang matang untuk memutuskan mengambil pensiun dini, seperti persiapan psikologis, mental spiritual, kesehatan dan yang paling penting adalah finansial. Semua itu harus dipersiapkan sejak masih produktif.
Ketika pensiun dini manfaatkan pesangon secara cermat, jangan dihabiskan untuk barang-barang konsumsi namun gunakan untuk berinvestasi, misalnya untuk membeli properti yang menghasilkan, untuk modal bisnis yang menguntungkan maupun untuk asuransi pendidikan anak maupun asuransi kesehatan. Dan sebaiknya semua itu baik investasi, asuransi maupun bisnis sudah dirintis sejak masih aktif bekerja, dan ketika memasuki pensiun atau mengambil keputusan pesiun dini tinggal menambah modal untun investasi dan atau bisnis yang sudah berjalan dan sudah menghasilkan cash flow (arus kas) minima sama dengan gaji atau penghasilan.
Tapi, Anda juga perlu menimbang risiko. Jika mau buka usaha, jenis bisnis apa yang cocok dengan Anda, atau investasi apa yang cocok dan menguntungkan. Kondisi dan mental orang kantoran yang tinggal terima gaji berbeda jauh dengan pengusaha yang dituntut ulet. Kalau pilihan Anda adalah membuka usaha, cermatilah. Apakah Anda punya bakat atau pengalaman sebelumnya? Atau setidaknya Anda tahu betul lingkungan dan seluk-beluknya.
Ada baiknya Anda membekali diri dengan mengikuti seminar atau pelatihan wirausaha atau belajar berinvestasi, bisa juga melalui buku-buku tentang usaha maupun investasi. Belajarlah kepada orang yang tepat, orang yang ahli di bidangnya, bisa dengan membaca bukunya, ikuti seminarnya, dengarkan VCD maupun langsung bertemu dan menjadikanya mentor. Dan jangan lupa setelah belajar, kemudian mencoba untuk dipraktekkan (secara part time), kalaupun mengalami jatuh atau kegagalan Anda masih punya backup gaji untuk memenuhi kebutuhan hidup, sehingga ketika mengambil keputusan untuk pensiun dini, Anda sudah mempunyai pengalaman dan pelajaran untuk terjun ke dunia bisnis maupun investasi dan sudah berjalan dengan baik.
Tapi yang lebih penting, jika tidak ada keberanian memulai, Anda takkan beranjak melangkah. Namun jangan sampai pensiun dini kaya mendadak, kemudian besoknya bangkrut, uang pesangon habis dan pensiun bulanan tidak mencukupi kebutuhan hidup. Yang diharapkan tentunya dengan pensiun dini mendapatkan kebebasan waktu dan pikiran namun kesejahteraan dan gaya hidup tidak menurun, bahkan diharapkan bisa lebih bahagia dan sejahtera sekaligus mensyukuri dan menikmati hidup selama masih muda dan sehat.
Jadi sebelum mengambil keputusan untuk pensiun dini, Anda harus mempersiapkan sejak masih aktif, berikut hal-hal yang perlu dipertimbangkan dan dipersiapkan:

* Menabung

Menabung sebelum masa pensiun adalah investasi jangka panjang untuk kelangsungan hidup Anda dan keluarga, dan tentukan target yang realistis dalam menentukan berapa jumlah dana yang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan hidup bersama. Tentukan berapa persen (misal 10%) dari penghasilan digunakan untuk tabungan pensiun (DPLK), unit-link, deposito, dan sebagainya. Alokasi ini jangan di ganggu gugat dan biarkan berkembang terus dan akan Anda nikmati ketika pensiun. Semakin lama maka akan semakin tinggi hasilnya.

* Investasi Dini

Apapun bentuknya, investasi dapat menjadi solusi untuk kehidupan di masa yang akan datang. Oleh karena itu, putarlah uang yang Anda miliki sekarang agar terus berputar dan tidak akan habis. Anda bisa belajar investasi di bidang properti, emas, saham bisnis dan sebagainya. Anda dapat menyisihkan pendapatan untuk berinvestasi. Misalnya di bidang properti, Anda tidak perlu menunggu uang cash untuk membeli properti, cukup dengan uang muka atau bahkan tanpa uang muka, Anda dapat membeli properti dengan kredit bank. Lalu cicilannya darimana? Properti yang Anda beli harus menghasilkan cash flow yaitu dari hasil sewaan yang dapat menutupi cicilan dari kredit bank. Bahkan kalau Anda mendapatkan properti yang potensial, dari cash flow masih ada lebih setelah dikurangi dengan kredit, maka Anda mendapatkan pasive income.
Investasi ini dapat Anda lakukan berulang-ulang, sehingga suatu ketika Anda mendapatkan pasive income yang sama atau bahkan lebih besar dari pendatan aktif (gaji) yang sekarang. Berarti Anda sudah siap untuk pensiun dini.

* Asuransi

Untuk proteksi Anda sekeluarga, asuransi kesehatan merupakan hal yang wajib, jika Anda tidak mendapatkan fasilitas kesehatan setelah pensiun. Anda harus ingat, sebanyak apapun dana pensiun yang Anda miliki belum tentu dapat menutupi kebutuhan pengeluaran kesehatan yang jumlahnya tak sedikit. Oleh karena itu asuransikanalah kesehatan Anda dan keluarga. Juga jangan lupa asuransi pendidikan untuk anak, mengingat biaya pendidikan makin lama makin tinggi, tentunya Anda ingin memberikan pendidikan terbaik bagi putra-putri.

* Manfaatkan Laverage

Manfaatkan laverage atau daya ungkit ketika masih aktif bekerja, selain mendapatkan 3E (Education, Experience, Excessive Cash), menjadi karyawan mempunyai komunitas manfaatkan itu untuk membangun jaringan, selain itu sebagai karyawan masih dipercaya oleh pihak bank oleh karena itu manfaatkan kredit yang diberikan, bukan sekedar barang konsumsi seperti mobil atau rumah yang tidak menghasilkan, namun untuk membeli aset misalnya properti yang disewakan, atau untuk modal bisnis.
Jadi sewaktu masih aktif Anda manfaatkan fasilitas yang ada untuk mulai menabung aset atau berinvestasi dan ketika pensiun aset sudah bisa mengasilkan cash flow yang minimal sama atau lebih besar dengan penghasilan ketika Anda masih aktif bekerja.

* Jaga Kesehatan

Jaga kesehatan dengan menghindari stress, positive thinking dan positive feeling, menjaga makanan sehat dan olah raga, agar hidup terasa lebih bahagia dan bergairah. Sehingga di masa pensiun akan banyak waktu dan energi yang dapat dimanfaatkan bersama keluarga di rumah dan dan berkarya sosial spiritual bagi masyarakat dan umat. Dengan memasuki masa pensiun masih muda, sehat dan sejahtera Anda akan menikmati hidup yang lebih bermakna di dunia dan akherat.

***Artikel telah diupload ke Kampiun (Knoledge Sharing) Telkom

About these ads

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: