Kisah Dua Kepompong

            Alkisah ada seorang anak yang sedang bermain-main di sebuah kebun.   Suatu ketika dia menemukan dua kepompong yang menggantung di sebuah pohon. Dia mengamati satu kepompong yang mulai bergerak dan membengkak, rupanya makhluk didalamnya ingin keluar. Dengan susah payah calon kupu-kupu didalamnya ingin keluar, dia meronta, menjejakkan kaki tangannya sekuat tenaga, berusaha merobek kulit kepompong. Hampir selama satu jam kupu-kupu tersebut berjuang dan akhirnya dapat keluar, maka terbanglah ia menjadi kupu-kupu yang cantik.

            Kemudian kepompong yang satu lagi juga mulai beraksi seperti kepompong yang pertama tadi. Si anak tersebut berpikir, kasihan sekali kalau kupu-kupu ini harus berjuang selama satu jam untuk keluar dari kepompongnya. Akhirnya sang anak ingin membantu kupu-kupu tersebut kekuar dari kepompongnya. Disobeknya kulit kempompong supaya kupu-kupu itu cepat keluar dan terbang menyusul temannya yang sudah duluan terbang.

Namun, apa yang terjadi? Kupu-kupu tersebut cepat keluar dari kepompongnya, namun dia tidak terbang, dia langsung jatuh ke tanah, tak berdaya.

Kenapa begitu?

Kupu-kupu kedua dibantu untuk keluar dari kepompongnya, otot-oto tubuhnya, kaki tangan dan sayapnya belum terlatih, tidak digerakkan untuk meronta, menjejak, merobek dan berjuang membuka kepompongnya sendiri. Tubuhnya menjadi lemah sehingga tidak bisa terbang.

Seorang anak juga berkembang secara bertahap, mulai dari berbaring, tengkurap, duduk, merangkak, kemudian jalan dan seterusnya. Jika salah satu tahap perkembangan tidak dilalui maka akan terjadi kekurangan dalam diri anak tersebut.

Apa pelajaran yang kita petik dari kisah dua kepompong diatas?

Sungguh indah skenario Allah, yang telah membuat Sunnatullah [hukum-hukum alam]. Allah menginginkan kemudahan bagi umatnya dan bukan kesukaran. “Sesudah kesulitan ada kemudahan (2x)”.

Perkembangan tidak ada yang instant, semuanya membutuhkan suatu proses.

Jika Allah menginginkan kita berjuang, memberikan kita ujian, supaya kita menjadi makhluk yang kuat & mulia dan menemukan kemudahan dalam menjalani kehidupan ini.

            Manusia-manusia yang sangat disayangi Allah seperti para Nabi, para sahabat, para Wali, selalu diberikan ujian yang berat untuk menaikkan derajatnya menuju insan kamil.

Kesuksesan & kebahagiaan akan lebih terasa nikmat dan disyukuri , jika dicapai dengan suatu perjuangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: