Menunda Kesenangan

Siapa sih yang mau menunda kesenangan kalau itu bisa dinikmati hari ini dan sekarang?

Tunggu dulu, ini menunda kesenangan demi untuk mendapatkan kesenangan yang berlipat ganda di masa depan.

Masa depan dibagi menjadi dua yaitu masa depan dunia dan masa depan akhirat.

Di dalam Al Quran (28:77) Allah SWT berfirman:

”Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni’matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Bahwa kita diperintahkan untuk mencari kebahagiaan akherat (masa depan) namun kita juga jangan bisa menikmati duniawi (karena semua itu adalah anugerah Allah SWT) dengan syarat bahwa kita harus berbuat baik dan tidak membuat kerusakan di bumi.

Sedangkan masa depan dunia bisa diartikan masa dewasa, masa pensiun atau masa tua kita. 

Sebagai contoh ketika kita punya uang satu juta rupiah, apakah uang itu akan kita gunakan semua untuk duniawi ataukah akan kita gunakan sebagian  –dengan kata lain menunda kesengan- untuk tabungan masa depan (investasi) dan tabungan akherat nanti (?)

 Ada suatu kisah suatu ketika seorang guru menawarkan permen kepada masing-masing murid satu buah, dan guru tersebut menawarkan kepada anak yang mau menunggu satu jam untuk memberikan hadiah permen dua buah. Ada beberapa anak yang tidak sabar untuk segera mendapatkan satu buah permen namun ada sebagian anak2 yang mau menunggu demi untuk mendapatkan permen dua buah, namun anak2 ini sambil menunggu mereka bermain2.

Jadi walaupun anak2 tersebut mau menunggu untuk mendapatkan permen dua kali lipat, tapi masih bisa menikmati waktunya dengan bermain.

 Menunda kesenangan untuk mendapatkan kesenangan berlipat dimasa depan namun masih bisa menikmati waktu yang ada.

So, adalah pilihan kita apakah kita akan menghabiskan kesengan itu di masa kini namun akan menderita di masa depan ataukah kita dengan menundanya kesenangan demi untuk menghindari kesusahan dimasa depan dan mendapatkan kesenangan yang berlipat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: